Hai jumpa lagi. Kali ini
aku mau nge-share pelajaran hidup yang aku dapat dari pelajaran konservasi
moral nih.
Hakikat kita hidup di
dunia ini apasih? Pasti apapun agamanya
menuntut kita untuk senantiasa menjalankan apa yang diperintahkan oleh Tuhan kita.
Lalu adakah ajaran atau perintah Tuhan kita yang mengajarkan untuk melakukan
kesalahan dan perbuatan-perbuatan yang merugikan orang lain? Jawabannya pasti
tidak.
Nah, ini nih pelajaran
yang aku dapet. Jangan pernah menilai seseorang itu dari apa yang dia kerjakan
tapi dari apa yang dia hasilkan. Ada cerita nih:
Pada suatu hari ada
seorang Professsor yang sedang menunggu keberangkatan pesawatnya di bandara,
tapi ternyata dia menrima kabar bahwa pemberangkatan ke Singapura mengalami
delay. Kemudian profesor tersebut memutuskan untuk menunggu di ruang tunggu
bandara. Saat di ruang tunggu professor tersebut bertemu dengan nenek tua
yang memakai pakaian adat jawa. Kemudian
professor tersebut mengajak nenek berbincang. Sang professor bertannya, “nenek
mau kemana?”. Sang nenek pun menjawab, “ke Singapura nak, mau menemani istri
anak saya yang lahiran.” Kemudian penasaran dengan nenek tersebut, professor
bertanya kembali, “nenek punya anak berapa?”. Nenek pun menjawabnya, “4 nak,
yang istrinya mau melahirkan tadi itu yang nomor 3 dia bekerja di pertambangan
yang ada di Singapura.” Profesor menjawab, “wah keren ya nek. Lalu anak nenek
yang lainnya bagaimana?”. Nenek pun menjawab kembali, “anak yang ke-4 dia
bekerja sebagai dosen di UGM, anak yang ke-2 dia bekerja sebagai perawat di
Surabaya.” “wah keren-keren ya nek, lalu
anak nenek yang pertama bagaimana? “, tanya professor antusias. Sambil tersenyum
nenek tersebut menjawabnya, “dia petani nak”. “wah pasti nenek malu ya punya
anak seperti dia? “, tanya professor lagi. Nenek menjawab kembali, “tentu tidak
nak, justru kami sangat menghormatinya. Karena jasa anak pertama terebut
adik-adiknya bisa bersekolah tinggi. Dia menggarap ladang yang ditinggalkan
oleh suami nenek. Dia setiap hari bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan kami.”
Nah, dari cerita diatas
pikiran kita sekarang bisa terbuka. Gak selamanya pekerjaan yang dianggap buruk
akan menghasilkan hal yang buruk pula. Sebenarnya apa sih yang salahh dengan
pekerjaan seorang petani. Mindset orang-orang Indonesia yang menganggap
pekerjaan petani sebagai pekerjaan yang rendahan sungguh sangat picik. Indonesia
yang katanya negara agraris kini harus mengimpor beras untuk mencukupi
kebutuhan pangan rakyatnya. Itu tadi tidak terlepaa dari minset orang Indonesia
tentang petani.
Jika kita belum bisa
menjadi orang yang HEBAT maka janganlah kita menjdi orang yang BODOH, Tuhan
kita telah menyeru kita untuk MEMBACA, maka BACALAH! Semangad!! Innallahama’ana
*uc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar