Senin, 05 Oktober 2015

Konservasi Moral



Hai jumpa lagi. Kali ini aku mau nge-share pelajaran hidup yang aku dapat dari pelajaran konservasi moral nih.
Hakikat kita hidup di dunia  ini apasih? Pasti apapun agamanya menuntut kita untuk senantiasa menjalankan apa yang diperintahkan oleh Tuhan kita. Lalu adakah ajaran atau perintah Tuhan kita yang mengajarkan untuk melakukan kesalahan dan perbuatan-perbuatan yang merugikan orang lain? Jawabannya pasti tidak.

Nah, ini nih pelajaran yang aku dapet. Jangan pernah menilai seseorang itu dari apa yang dia kerjakan tapi dari apa yang dia hasilkan. Ada cerita nih:

Pada suatu hari ada seorang Professsor yang sedang menunggu keberangkatan pesawatnya di bandara, tapi ternyata dia menrima kabar bahwa pemberangkatan ke Singapura mengalami delay. Kemudian profesor tersebut memutuskan untuk menunggu di ruang tunggu bandara. Saat di ruang tunggu professor tersebut bertemu dengan nenek tua yang  memakai pakaian adat jawa. Kemudian professor tersebut mengajak nenek berbincang. Sang professor bertannya, “nenek mau kemana?”. Sang nenek pun menjawab, “ke Singapura nak, mau menemani istri anak saya yang lahiran.” Kemudian penasaran dengan nenek tersebut, professor bertanya kembali, “nenek punya anak berapa?”. Nenek pun menjawabnya, “4 nak, yang istrinya mau melahirkan tadi itu yang nomor 3 dia bekerja di pertambangan yang ada di Singapura.” Profesor menjawab, “wah keren ya nek. Lalu anak nenek yang lainnya bagaimana?”. Nenek pun menjawab kembali, “anak yang ke-4 dia bekerja sebagai dosen di UGM, anak yang ke-2 dia bekerja sebagai perawat di Surabaya.” “wah keren-keren ya  nek, lalu anak nenek yang pertama bagaimana? “, tanya professor antusias. Sambil tersenyum nenek tersebut menjawabnya, “dia petani nak”. “wah pasti nenek malu ya punya anak seperti dia? “, tanya professor lagi. Nenek menjawab kembali, “tentu tidak nak, justru kami sangat menghormatinya. Karena jasa anak pertama terebut adik-adiknya bisa bersekolah tinggi. Dia menggarap ladang yang ditinggalkan oleh suami nenek. Dia setiap hari bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan kami.”

Nah, dari cerita diatas pikiran kita sekarang bisa terbuka. Gak selamanya pekerjaan yang dianggap buruk akan menghasilkan hal yang buruk pula. Sebenarnya apa sih yang salahh dengan pekerjaan seorang petani. Mindset orang-orang Indonesia yang menganggap pekerjaan petani sebagai pekerjaan yang rendahan sungguh sangat picik. Indonesia yang katanya negara agraris kini harus mengimpor beras untuk mencukupi kebutuhan pangan rakyatnya. Itu tadi tidak terlepaa dari minset orang Indonesia tentang petani.

Jika kita belum bisa menjadi orang yang HEBAT maka janganlah kita menjdi orang yang BODOH, Tuhan kita telah menyeru kita untuk MEMBACA, maka BACALAH! Semangad!! Innallahama’ana  *uc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar